sebelum masuk kedalam review, gue mau curhat sebentar tentang gimana ceritanya gue bisa mereview film ini. anyway, gue berniat membuat sebuah cerita, bisa dikatakan novel or something like that. iseng, gue bikin status di twitter yang isinya semacam premis cerita yang bakalan gue buat itu. eh gak tahunya paman @oldeuboi memention balik kalo premis ini sudah pernah ada. bahkan secara frontal menunjuk ke sumbernya. and here they are, Hello My Love. sebuah drama romantis dari korea selatan yang memasukan unsur hubungan sesama jenis sebagai sajian utama.
gue sempet bingung, masa sih? makanya deh gue buktiin sendiri. ya, sambil menyelam minum air gitu deh. ngebuktiin seberapa persis ceritanya sekalian menambah bahan review. hehe..
Hello My Love bercerita tentang Ho Jeong (Jo An), seorang penyiar radio yang tengah naik daun gara-gara acaranya yang berjudul "Trust Me, Girls" mendapat respon positif dari pendengar. Ho Jeong sendiri sudah lama berpacaran dengan Woo Jae (Min Seok). Sayangnya mereka berdua harus melakukan hubungan jarak jauh karena Woo Jae harus berstudi ke Perancis selama 2 tahun.
Sepulang dari Perancis, dengan mimpi indah akan segera dilamar menjadi seorang istri, Woo Jae malah memperkenalkan seorang teman satu kamarnya di Perancis, Lee Dong Hwa (Ryoo Sang-wook), yang akan menetap di Korea dan membuka sebuah restoran bersama kepada Ho Jeong.
Awalnya Ho Jeong sama sekali tidak curiga dengan berbagai gelagat aneh antara pacarnya dengan Dong Hwa. sampe suatu malam dia mendapati dengan mata kepalanya sendiri kalo Woo Jae sedang berciuman dengan rekan bisnisnya dari Perancis itu.
dari segi cerita sebenarnya sangat basi. yang membedakan kali ini adalah tokoh ketiga ternyata seorang cowok. dan ternyata kebasian itu terus dipertahankan sampe film harus berakhir. serius.
Kim Aaron sebagai penulis skenario sekaligus sutradara membuat film ini terlalu biasa. dari teknik perpindahan shoot, sinematografi, unsur tearjerker khas korea, bahkan dialog-dilaognya pun sama sekali nggak ada yang membekas. entahlah, padahal sebenarnya film ini berpotensi untuk jadi menarik.
para aktor-aktrisnya pun nggak ada yang bermain secara spesial. entah kenapa gue nggak melihat letupan letupan emosi yang harusnya tercipta akibat sebuah pengkhianatan. bahkan proses pendewasaan sang tokoh untuk menghadapi masalahnya juga terbilang flat. meski endingnya sama sekali tak tertebak jika dilihat dari kacamata sebuah film drama biasa. lupakan tentang tema gay dan bagaimana sebuah drama gay kebanyakan bertindak stereotip untuk mengakhiri cerita. Hello My Love, tetap layak untuk disaksikan tapi jangan terlalu berharap lebih dengan kematangan ceritanya.
at least, ternyata yang membuat film ini sama dengan cerita yang mau gue bikin cuma dari segi premis nya doang. baiklah. cukup tau saja.
Nilai 1/5

TRUS, FINALLY SAMA SIAPA? SAMA SI COW ATO SI CEW?
BalasHapus